Jumat, 06 Maret 2009

PERINTAH AYAH ATAU ALLAH

Ketika Rasulullah SAW memanggil kaum Muslimin yang mampu berperang untuk terjun ke gelanggang perang Badar, terjadi dialog menarik antara Saad bin Khaitsamah dengan ayahnya yakni Khaitsamah. Pada masa itu panggilan untuk berperang tidak mengherankan. Kaum Muslimim sudah tidak merasa asing bila dipanggil untuk membela agama Allah SWT dan jihad Fisabilillah. Oleh sebab itu, Khaitsamah berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, aku akan keluar untuk berperang dan kau tinggal di rumah menjaga wanita dan anak-anak.”
“Wahai ayahku, demi Allah janganlah berbuat sepeti itu, karena keinginanku untuk memerangi mereka lebih besar dari pada keinginan ayah. Engkau lebih berkepentingan untuk tinggal di rumah, maka ijinkanlah aku keluar wahai ayahku. ”Khaitsamah marah dan berkata kepada anaknya, “Kau membangkang dan tidak menaati perintah ayah. ”Saad menjawab, “Ayah mewajibkan aku berjihad dan Rasulullah SAW memanggilku untuk berangkat berperang. Sedangkan ayah meminta sesuatu yang lain padaku, sehingga bagaimana ayah rela melihat aku taat padamu tetapi menentang Allah SWT dan Rasulullah SAW ?”
Maka Khaitsamah berkata, “Wahai anakku, apabila ada antara kita ada yang harus berangkat satu orang baik kau maupun aku, maka dahulukan aku untuk berangkat. ”Saad menjawab, “Demi Allah wahai ayahku, jika bukan masalah surga, maka aku akan mendahulukan ayah. ”Khaitsamah tidak rela, kecuali melalui undian antara dia dan anaknya sehingga terasa lebih adil. Hasil undian menunjukkan bahwa Saad yang harus turun ke medan perang. Ia pun turun ke medan Badar dan mati syahid.
Setelah itu Khaitsamah berangkat menuju medan pertempuran. Tetapi Rasulullah SAW tidak mengijinkannya. Dalam beberapa waktu kemudian, Rasulullah SAW akhirnya mengijinkannya setelah Khaitsamah berkata sambil menangis, “Wahai Rasulullah, aku ingin sekali terjun dalam perang Badar. Kemarin aku tidur, aku bermimpi anakku Saad berkata, “Ayah harus menemani kami di surga dan aku telah menerima janji Allah, wahai Rasulullah. Demi Allah,aku rindu untuk menemani putraku di surga. Usiaku telah lanjut dan aku ingin berjumpa dengan tuhanku.”
Setelah mendapat izin Rasulullah SAW, Khaitsamah bertempur hingga mati syahid dan berjumpa dengan anaknya di surga.

Tidak ada komentar: