Jumat, 06 Maret 2009

BILAL BIN RABAH

Umayyah bin Khalaf berkata kepasa Bilal “Engkau akan terus seperti ini hingga mati atau engkau tinggalkan Muhammad,dan kembali menyembah Latta dan Uzza”.Namun Bilal tetap bersikukuh dan selalu berkata “Ahad,Ahad”.
BESAR DI UMMUL QURA
Bilal lahir di daerah as-Sarah.Ayahnya bernama Rabah,ibunya bernama Hamamah,seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Makkah.Sebagian orang memanggil Bilal dengan sebutan ibnus-Sauda’ (putra wanita hitam).Bilal besar di kota Ummul Qura (Makkah) sebagai seorang budak keluarga bani Abduddar.Saat ayah Bilal meninggal,ia diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf,tokoh dari kaum kafir.

BERPEGANG TEGUH
Usai Bilal masuk islam,tuannya Umayyah bin Khalaf sangat marah.Orang-orang kafir menyiksa Bilal,dengan mengempaskannya di atas padang pasir yang panas.Tubuh Bilal ditindih dengan batu besar.Penyiksaan yang kejam itu,berlangsung setiap hari.Bilal tatap bersabar dan berpegang teguh pada islam.

BERSAMA RASULULLAH
Semasa hidupnya Bilal mencurahkan perhatiannya untuk menyertai Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam.Bilal selalu bersama Rasulullah,saat salat maupun pergi untuk berhijad.Kebersamaan Bilal dengan Rasulullah,ibarat bayangan yang tidak pernah lepas dari pemiliknya.

MUADZIN PERTAMA
Ketika Masjid Nabawi di Madinah selesai dibangun dan adzan ditetapkan,Rasulullah menunjuk Bilal sebagai orang pertama yang mengumandangkan adzan (muadzin) dalam sejarah islam.

SELAMAT MEMBACA

Tidak ada komentar: