Jumat, 19 Desember 2008

H.AHMAD DAHLAN (1868-1923)

Sewaktu lahir kedunia dari rahim ibunya Siti Aminah, ayahnya K.H. Abu Bakar memberinya nama Muhammad Darwis. Saat belajar di Makkah, tahun 1890, sang guru mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Beliau pendiri organisasi Muhammadiyah dan perintis Madrasah pertama di Indonesia.

KHATAM AL-QUR’AN
Sejak usia 4 tahun, Ahmad Dahlan dididik langsung oleh ayahnya untuk membaca Al-Qur’an. Dalam usia 8 tahun, ia sudah khatam Al-Qur’an dengan seni bacaan yang bagus. Untuk hukum ia berguru kepada K.H. Muhammad Saleh dan belajar bahasa Arab kepada K.H. Muhsim. Dalam usia 10 tahun ia sudah paham bahasa Arab. Sebagai anak-anak, ia juga suka bermain. Ia paling suka main layang-layang dan gangsingan. Yang menarik, ia tak hanya jago memainkannya, tapi ia juga menjual layangan buatannya kepada teman-temannya.

BELAJAR KE MAKKAH
Pada tahun 1890, Ahmad Dahlan menunaikan ibadah haji ke Makkah. Seusai ibadah, ia belajar sekitar 8 bulan kepada sejumlah ulama di sana. Antara lain kepada K.H. Mahfuzh (Hadist), Syekh Khayat (B. Arab), Syekh Bakri Syatha (Falak) dan Syekh Amien (Seni
Baca Al-Qur’an). Kemudian ia pulang ke yogyakarta, tahun 1900 ia belajar lagi ke Makkah selama 2 tahun. Sewaktu pulang ia membawa ratusan buku dalam bahasa Arab.

SEKOLAH DAN MUHAMMADIYAH
Ia dipercaya ayahnya untuk mengajar anak-anak, remaja dan dewasa di Yogyakarta. Pada 18 November 1912, bersama dengan 9 guru menetapkan berdirinya Muhammadiyah dengan tujuan agar para pengikutnya selalu setia mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW.

2 komentar:

barid sejuk mengatakan...

wah,,,,,,koq pinter eram nulis pak kyai ahmad dahlan,,,,
dapat bacaan dari mana sayang,,,,,,,

lanjut dong tulis tentang eyang mu,,,,judulnya kyai abdul basir,,he,,he,,,sipp itu

Mbak anna mengatakan...

ditempel di mading 5c bagus itu mbak di kolom tokoh kan pendiri Muhammadiyah.